Kamis, 21 Mei 2009

Aku membaca waktu
dikala harapan tentang cinta belum utuh sepenuhnya
kamu menjawab dengan kekosongan dan hampa

lukakah itu. . .

Kala itu aku mengeja waktu
huruf per huruf yang kutemukan dalam kenyataan takdir
lalu kau jawab senyum tanpa kata

dan terdiam

semua terlewatkan
kala senja
pagi hari
dingin
sunyi

dan semuanya sepi

kutelanjangi kaki lalu berlari
butir pasir, batu, dan patahan ranting
lebur semua dalam pijakku

sementara. . .
kamu semakin jauh dan tak terlihat
diantara titik langit dan daratan

Tidak ada komentar: