Aku membaca waktu
dikala harapan tentang cinta belum utuh sepenuhnya
kamu menjawab dengan kekosongan dan hampa
lukakah itu. . .
Kala itu aku mengeja waktu
huruf per huruf yang kutemukan dalam kenyataan takdir
lalu kau jawab senyum tanpa kata
dan terdiam
semua terlewatkan
kala senja
pagi hari
dingin
sunyi
dan semuanya sepi
kutelanjangi kaki lalu berlari
butir pasir, batu, dan patahan ranting
lebur semua dalam pijakku
sementara. . .
kamu semakin jauh dan tak terlihat
diantara titik langit dan daratan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar