Aku membaca waktu
dikala harapan tentang cinta belum utuh sepenuhnya
kamu menjawab dengan kekosongan dan hampa
lukakah itu. . .
Kala itu aku mengeja waktu
huruf per huruf yang kutemukan dalam kenyataan takdir
lalu kau jawab senyum tanpa kata
dan terdiam
semua terlewatkan
kala senja
pagi hari
dingin
sunyi
dan semuanya sepi
kutelanjangi kaki lalu berlari
butir pasir, batu, dan patahan ranting
lebur semua dalam pijakku
sementara. . .
kamu semakin jauh dan tak terlihat
diantara titik langit dan daratan
Inilah kehidupan dimana semua ceritanya dapat kita bagi dengan untaian kata.
Kamis, 21 Mei 2009
Jumat, 08 Mei 2009
Sabtu, 02 Mei 2009
Lembayung Bali by Saras Dewi
Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali